MENGHARAPKAN SELEKSI CPNS YANG EFEKTIF DAN EFISIEN

Tahun ini, seperti tahun–tahun lalu, pemerintah membuka tes penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil. Masih segar dalam ingatan kita berbagai peristiwa yang terjadi akibat dari kegiatan ini. Yang paling besar adalah peristiwa di Waikabubak, Sumba Barat dimana merupakan imbas dari kegiatan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil. Untuk testing CPNS di Kabupaten Ende tahun 1999 telah berlangsung hari Sabtu tgl. 18 Desember 1999. Tidak kurang dari 2.156 peserta yang ikut. Dari jumlah peserta yang mengikuti tes dapat kita simpulkan bahwa menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil merupakan pilihan yang sangat menarik. Banyak contoh yang dapat mendukung pernyataan diatas. Misalnya beberapa orang muda yang katanya sudah bekerja di Jawa, tiba–tiba muncul di daerah. Ternyata mereka datang untuk mengikuti tes pegawai negeri. Banyak diantara kita yang bertanya di dalam hati, mengapa mereka pulang untuk mengikuti testing pegawai negeri? Padahal sudah mempunyai pekerjaan di Jawa. Kiranya jawaban yang paling tepat bahwa dalam situasi sekarang ini menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil merupakan pilihan yang pas. Karena mereka beranggapan Negara tak mungkin bangkrut dan karena itu, mereka tidak mungkin diberhentikan atau diPHK–kan. Beberapa saat lagi gaji Pegawai Negeri Sipil akan dinaikan sekitar 20%. Tuntutan mereka gajinya harus dinaikan maksimal 300% atau minimal 100%. Walaupun hal tersebut masih merupakan sebuah rencana, tetapi dampaknya sudah mulai terasa, yaitu pasar bergejolak dengan kecendrungan harga akan naik. Namun rencana kenaikan ini ditentang oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Emil Salim dan salah seorang anggotanya yaitu Sri Mulyani. Kedua tokoh ini berharap agar pemerintah tidak membuat kebijaksanaan yang salah sehingga mengakibatkan tingkat inflasi akan naik semakin besar, yang mengakibatkan program restrukturisasi ekonomi nasional menjadi sia–sia. Dengan jumlah peserta yang mengikuti tes sebanyak 2.159 orang, sedangkan yang diterima sebanyak 27 orang, Flores Pos 17/12, kita harapkan kejadian–kejadian yang bersifat KKN seperti tahun–tahun sebelumnya tidak terulang kembali dalam tes kali ini. Untuk itu diperlukan proses seleksi yang harus berjalan dengan efisien dan efektif. Pengertian Seleksi, yaitu proses untuk memilih dari sekelompok pelamar, orang atau orang–orang yang paling memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan untuk posisi yang tersedia berdasarkan kondisi yang ada saat ini. Dari pengertian ini sudah ditekankan aspek efektifitas seleksi. Meskipun demikian, keputusan seleksi diharapkan juga efisien, sehingga meningkatkan proporsi Pegawai Negeri Sipil yang sukses yang terpilih dari sekelompok pelamar dengan biaya yang serendah mungkin. Untuk itu kadang timbul pertanyaan pentingkah seleksi itu? Ada tiga sebab pentingnya seleksi itu. Pertama, kinerja para atasan akan senantiasa tergantung pada kinerja bawahannya. Kalau bawahan yang diterima sesuai dengan yang dibutuhkan dan sesuai dengan kriteria yang ada tentunya akan menambah efisiensi kerja terutama dalam pelayanan untuk masyarakat. Kedua, penyaringan yang efektif adalah penting karena biaya yang telah dikeluarkan untuk merekrut dan mengangkat pegawai–pegawai baru memakai uang dari rakyat. Apakah uang rakyat itu akan terbuang sia–sia? Ketiga, seleksi yang baik dengan memperhatikan semua ketentuan merupakan hal yang sangat penting. Harus juga diperhatikan bahwa kesempatan kerja diberikan kepada semua orang tanpa ada kesan diskriminatif. Ada juga hal menarik waktu pertama diumumkan akan diadakan proses rekrutmen CPNS. Adalah seorang calon yang mengaku putra daerah Ende. Ia mengatakan bahwa dalam penerimaan CPNS kali ini pemerintah hendaknya tidak melupakan putra daerah. Pernyataan yang sama pula disampaikan oleh salah seorang calon yang berasal dari salah satu kabupaten di daratan Timor. Jika kita cermati pernyataan ini, dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia, karangan Henry Simamora dikatakan bahwa proses seleksi melibatkhan proses menduga yang terabit (best-quess) bahwa seseorang kemungkinan besar dapat melaksanakan suatu pekerjaan dan akan sukses pada pekerjaan tersebut. Rupanya teori ini agak kurang sejalan dangan pernyataan diatas kalau ternyata dari 27 orang yang akan diterima bukan orang Ende atau paling tidak bukan orang yang merasa sebagai putra daerah Ende. Untuk itu harus juga disadari bahwa sebagai putra daerah, paling tidak memiliki kualitas yang bisa diandalkan, sehingga bisa diduga akan mampu menempati posisi yang dibutuhkan yang pada akhirnya akan melayani masyarakat atau orang Ende juga. Kalau mau lebih spesifik lagi akan melayani kami yang lain, yang termasuk putra daerah juga. Sebagai masyarakat Kabupaten Ende, tentunya kita tidak mau proses seleksi yang dilaksanakan kali ini membangkitkan perasaan tidak puas karena adanya KKN. Ada juga hal lain yang harus kita perhatikan yaitu bahwa kualitas Pegawai Negeri Sipil yang diterima kali ini harus lebih baik dari tahun–tahun yang lalu supaya kesan umum yang kurang baik tentang pegawai negeri makin hari makin terkikis, sehingga pelayanan kepada masyarakat juga semakin baik. Harus juga diingat bahwa menjadi Pegawai Negeri Sipil di daerah saat ini berkaitan dengan Otonomi Daerah, dimana tugas yang diemban cukup berat, yang pasti juga melekat dalam diri setiap Pegawai Negeri Sipil sebagai Aparatus Negara dan Aparatur Masyarakat. Kata–kata kunci tulisan ini adalah sebagai berikut: 

1.Kita harapkan kejadian–kejadian yang bersifat KKN seperti tahun–tahun sebelumnya tidak terulang kembali dalam tes kali ini. 

2.Pengertian seleksi, yaitu proses untuk memilih dari sekelompok pelamar, orang atau orang–orang yang paling memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan.

3.Kita tidak mau proses seleksi yang dilaksanakan kali ini membangkitkan perasaan tidak puas karena adanya KKN. 4.Hal lain yang harus kita perhatikan yaitu kualitas Pegawai Negeri Sipil yang diterima kali ini harus lebih baik dari tahun–tahun yang lalu. Penulis adalah Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Flores. Flores Pos, 30 Desember 1999

Disqus Comments