MENCARI PEMIMPIN YANG BERVISI, BERNILAI DAN BERANI UNTUK KABUPATEN ENDE

Menjadi seorang pemimpin daerah tentulah tidak semudah kalau menjadi pemimpin perusahaan. Walaupun kita tahu bahwa dalam perspektif otonomi daerah, pemimpin daerah diharapkan mempunyai kemampuan seperti yang dimiliki oleh pemimpin perusahaan sehingga akan membawa daerahnya menjadi ekonomis, efisien dan efektif guna kepentingan rakyat daerahnya.
Dalam tulisan ini penulis ingin memberikan sedikit gambaran sederhana bagaimana ciri–ciri pemimpin yang diharapkan bagi masyarakat Kabupaten Ende yang akan menghadapi pilkada langsung pertama kalinya. Kemajuan masyarakat Kabupaten Ende ke depan sangat ditentukan oleh pemimpin yang dipilihnya saat ini.
Ciri pemimpin yang pertama adalah pemimpin yang bervisi. Visi adalah cita–cita yang akan dicapai. Pemimpin daerah diharapkan mempunyai pandangan yang jauh ke depan sehingga dapat membawa masyarakat daerahnya kearah yang diinginkan sesuai dengan visinya. Bagaimana pemerintah daerah mempunyai arah yang jelas untuk berkembang kalau pemimpinnya tidak mempunyai visi. Karena dengan visi yang jelas, konsep dan sasaran organisasi pemerintah daerah dapat dijabarkan dengan baik dalam bentuk Rencana Strategis dan Rencana Operasional atau malah sebaliknya dengan ketiadaan visi maka akan mengakibatkan pemimpin hanya memikirkan dirinya sendiri dan kelompoknya. Kalau Peraturan Pemerintah misalnya PP 37 Tahun 2006 bermasalah atau berakibat pengalokasian dana bagi kepentingan masyarakat berkurang tentunya sebagai Pemimpin perlu mengambil langkah–langkah yang lebih terkoordinasi sehingga kepentingan masyarakat menjadi utama. Yang terjadi malah masing–masing SKPD saling menyalahkan akibat alokasi dana di SKPDnya menjadi berkurang. Kadang–kadang kita berpikir Pemimpin SKPD marah karena kepentingan masyarakat berkurang atau marah karena Biaya Perjalanan Dinasnya berkurang?
Ciri pemimpin yang kedua adalah pemimpin yang bernilai. Pemimpin yang bernilai adalah yang dapat menggerakkan segala sumber daya yang dimiliki sehingga organisasinya dapat bergerak mencapai visi dan misinya. Karena dengan nilai yang dimilikinya dapat dijadikan teladan bagi semua pengikutnya atau dalam perspektif daerah dengan nilai yang dimiliki pemimpin daerah dapat mempersatukan semua komponen yang ada di daerah sehingga tercapai apa yang menjadi visi dan misi daerah tersebut. Bagi kita masyarakat Kabupaten Ende dimana nilai–nilai agama masih menjadi ciri dari kehidupan masyarakat maka tentunya masyarakat mengharapkan agar pemimpinnya adalah orang yang memiliki nilai agama yang lebih sehingga dapat dijadikan panutan. Termasuk dalam nilai agama adalah kehidupan berkeluarga yang dapat dijadikan panutan. Seorang Bapak yang baik tentu berpikir bagaimana pendidikan, kesehatan, kehidupan yang layak bagi anaknya. Pada tahun 2006 yang lalu saat Pekan Olah Raga Usia Dini di Kupang salah satu SMP di Ende tidak dapat memberangkatkan kontingennya dengan alasan ketiadaan dana di Dinas P dan K Kabupaten Ende. Seorang Pemimpin yang baik dan bernilai tentu sudah mengalokasikan dana sesuai peruntukannya. Seorang Pemimpin yang baik dan bernilai juga adalah yang dapat mendelegasikan wewenangnya sehingga apabila tidak berada ditempat karena perjalanan dinas dan sebagainya bawahannya dapat mengambil keputusan untuk kepentingan pelaksanaan tugas organisasinya. Pemimpin yang bernilai juga bukan pemimpin sukanya marah–marah tanpa memberikan solusi terbaik bagi bawahannya.
Ciri pemimpin yang ketiga adalah pemimpin yang mempunyai keberanian yang beralasan. Pemimpin yang berani adalah pemimpin yang berani mengatakan benar atau salah. Karena kebanyakan pemimpin kita adalah pemimpin politik maka pengambilan keputusan terhadap masalah yang dihadapi kadang–kadang menjadi mengambang karena tidak ada keberanian politik untuk memutuskannya. Apabila seorang pemimpin tidak berani mengambil resiko maka yang tidak disadari oleh pemimpin tersebut adalah bahwa akan terjadi bom waktu yang bisa berdampak strategis dan berjangka panjang bagi Kabupaten Ende. Resiko untuk tidak disukai masyarakat harus diambil apabila untuk kepentingan masyarakat itu sendiri pada masa yang akan datang. KM Nusa Damai yang berlarut–larut dan berdampak pada perekonomian masyarakat tidak pernah diambil tindakan yang berani. Untuk masalah ini mungkin diperlukan Pemimpin yang berani ambil tindakan yang lain urusan belakang. Dalam kasus yang lain kita juga perlu pemimpin yang berani mengatakan saya mau jadi calon Bupati Ende dan sekarang saya mundur dari jabatan saya dan waktu–waktu ini saya pakai untuk memperkenalkan diri ke masyarakat Kabupaten Ende. Mau berlomba tapi tidak mau kalah. Itu namanya tidak sportif! Atau kumpulkan dulu uang dari APBD sebanyak–banyaknya kemudian dipakai untuk dana kampanye?
Semoga pencarian pemimpin dengan ciri–ciri seperti judul ini segera ditemukan sehingga dapat membawa Ende menjadi lebih baik dari saat ini. Kader–kader Pemimpin Ende baik yang berada di Ende maupun yang ada diluar Ende begitu banyak dengan memiliki kemampuan intelektual, kewirausahaan dan moralitas yang mumpuni.

Disqus Comments